Nusa Penida – Seluruh aktivitas laut di kawasan Kepulauan Nusa Gede yang terdiri atas Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan di Kab. Klungkung, Bali, pada Minggu (4/10) dihentikan selama sehari terkait pelaksanaan Nyepi Segara atau Nyepi Laut.
Ritual Nyepi Segara ini tidak hanya berlaku bagi aktifitas nelayan semata, tetapi berlaku pula terhadap aktivitas transportasi laut dari dan menuju kepulauan Nusa Gede. Termasuk seluruh aktivitas pariwisata di kawasan Kepulauan Nusa Gede.
Kepada Selebzone.com, Wakil Ketua Pelaksana Nyepi Segara, I Wayan Sukasta yang ditemui di Nusa Penida, mengatakan bahwa pelaksanaan Nyepi Segara ini merupakan bentuk penghormatan kepada Dewa Baruna yang adalah penguasa laut dan samudera.
Selain itu pelaksanaan Nyepi Segara ini juga sebagai bentuk menjaga hubungan antara manusia dan alam sekitarnya.
“Pada saat Nyepi Segara itu adalah saatnya Dewa Baruna melakukan Tapa Yoga Semadi, makanya kalau saat itu kita ganggu maka akan terjadi bencana” jelas I Wayan Sukasta.
Selanjutnya I Wayan Sukasta juga menyampaikan bahwa selama pelaksanaan nyepi laut pantang bagi masyarakat kepulauan Nusa Gede untuk melakukan aktivitas di laut selama satu hari.
Pelaksanaan Nyepi Segara yang jatuh pada Purnama sasih kapat atau purnama keempat berdasarkan penanggalan Bali ini, telah dilakukan masyarakat Kepulauan Nusa Gede sejak 1600 atau saat masa pemerintahan Raja Dalem Waturenggong.(Mul)
Artikel ini ditandai dengan tag Dewa Baruna, Nusa Penida, Nyepi Laut, Nyepi Segara