Victoria Park Suatu Ketika

Oleh: Etik Juwita

Hari Minggu, agak siang, mendekati pukul dua belas waktu Hong Kong atau menjelang jam sebelas pagi waktu Indonesia bagian barat ketika cerita ini terjadi.

Bukan cerita fiksi. Nyata adanya. Bila kurang akurat atau kurang lengkap, tak lebih karena kesalahan manusiawi saja. Lupa, penyakit manusia yang sudah biasa. Jadi, mohon dimaklumi saja. Yang saya ingat begini:

Tiga BMI tidak berseragam mendekati seorang ibu yang konon anggota DPR yang sedang berkunjung ke Hong Kong dan sedang mengadakan tanya-jawab langsung dengan BMI. Ketika BMI yang banyak sedang serius, ramai membicarakan persoalan-persoalan penting BMI dengan anggota DPR yang lainnya, tiga BMI ini mendekati si Ibu yang memakai baju ungu terang benderang.

BMI: ” Selamat pagi, eh siang Ibu.”

Bu Ungu: “Siang Mbak, ada keluhan yang mau diceritakan?”

BMI: “Ah, tidak Bu. Cuma ingin bincang-bincang aja. Ibu-ibu dan Bapak-bapak ini sebenarnya siapa ya?”

Bu Ungu: (Mendelik) “Lho, kita ini anggota DPR RI.”

BMI: “Oh, ya? Kasihan ya, Bu, masak sama wakilnya kok nggak tahu. Ke Hong Kong dalam rangka apa, Bu?”

Bu Ungu: “Kita ke Hong Kong dalam rangka studi penanganan Flu Burung dan mengetahui kondisi TKI kita.”

BMI: “Tentang BMI juga ya, Bu. Sejauh ini seberapa banyak sih yang Ibu tahu tentang persoalan BMI?”

Bu Ungu: “Ya selama ini laporan yang sampai kita yang baik-baik saja…”

BMI: “Kenyataanya keadaan BMI kan tidak baik ya, Bu? Tapi masak sih nggak ada laporan yang sebenarnya ke Ibu, yang tidak baik-baik.”

Bu Ungu: “Belum ada. Yang masuk itu mengatakan kalau keadaan TKI nggak ada masalah, seperti di Hong Kong…”

BMI: “Tapi Ibu kan bisa juga tahu dari baca koran, misalnya,”

Bu Ungu: “Dari koran saya baca juga, itu kapan hari itu ada TKW kita yang disiksa,”

BMI: “Nah, dengar dan baca yang begitu, sampai saat ini apa sih yang sudah dilakukan DPR untuk BMI, Bu?”

Bu Ungu: “Ya makanya sekarang kita ke sini mau tahu keadaan yang sebenarnya, lalu memikirkan bagaimana langkah yang sebaiknya diambil.”

BMI: “Bu, menurut kabar, BMI itu kan penghasil devisa negara ya? Saya nggak tahu devisa itu artinya apa, tapi saya yakin ini berarti bantuan BMI buat negara besar banget. Masak DPR belum berbuat apa-apa untuk ya  setidaknya memperbaiki BMI bermasalah yang sempat masuk koranlah…”

Bu Ungu: “Lo, Mbak jangan emosi dulu! (Seorang BMI toleh kanan toleh kiri, mencari orang yang namanya Emosi, tidak ketemu.) Negara kita itu negara miskin, kita saja sejak dilantik tahun 2004 baru bisa ke Hong Kong sekarang, itu pun dengan anggaran yang sangat minim.”

BMI: “Dua tahun dilantik ya, Bu? 2004-2006 apalagi sekarang sudah mau 2007, nah dalam waktu itu, setidaknya untuk Ibu, apa yang sudah ibu pikirkan untuk persoalan BMI?”

Bu Ungu: (Mendelik lagi) “Persolan buruh itu bukan hanya TKI, buruh di Indonesia juga banyak. Di Indonesia itu berapa coba jumlah pengangguran? Dan sekali lagi saya bilang negara kita itu punya anggaran kecil, orang kita aja baru sekarang dikirim ke Hong Kong. Setelah ini kita akan diskusikan dengan pihak-pihak terkait jalan terbaik, jadi jangan emosi dulu. Nah, ini asisten saya (menunjuk pada seorang laki-laki), tolong Mbak ini direkam suaranya, dia akan mengungkapkan persoalan TKI.”

BMI: “Saya direkam? Tidak, terima kasih. Saya tidak punya keluhan, pertanyaan saya cuma untuk Ibu. Kalau Ibu malas menjawab ya sudah, saya berhenti bertanya.”

Bu Ungu: “Lo, ngomong aja. Ini direkam biar…”

BMI: “Tidak terima kasih. Saya ingin berbicara dengan Ibu, bukan dengan alat perekam.”

Bu Ungu: “Foto saja, foto dulu. Pak… Pak… (Melambai pada seorang laki yang bawa kamera besar warna hitam)”

BMI: “Tidak. Terima kasih.”

Ketiga BMI mencar sendiri-sendiri. Di belakang rombongan BMI yang unjuk rasa seorang BMI menggerundel “Lah, maunya dilapori yang baik-baik, makanya laporannya juga yang baik-baik saja. Waktunya dipecat, dicopot!”.

Seorang BMI lain yang heran bertanya, “Siapa yang patut dicopot?”.

“Semua. Atasan dan bawahan!”

“Telanjang dooong…”

Hahahaha!

(secarik catatan dari Hong Kong, saat rombongan DPR RI dicegat masa di Bundaran Air Mancur, Victoria Park, November 2006)


Artikel ini ditandai dengan tag


Tinggalkan Komentar Balasan