Full Banner

Posts Tagged ‘ puisi jengky ’

Sajak Wayan Sunarta setelah halimun parasmu pupus di pias danau bara pada unggun kayu masih sisakan birahi semalam canda perkemahan telah menyurutkan darah yang mengalir deras ke urat malu di pias danau, apa yang gagu selain waktu yang menunggu kepulanganmu pagi itu, embun di pucuk pakis, benalu, anggrek bulan, cemara dan danau menduga telah terjadi [...]

sajak Wayan Sunarta kaukah itu yang melambai di ujung jalan saat gerimis belum sempurna jadi kupu-kupu yang akan memahkotaimu dengan serbuksari gerai. gerailah rambutmu, kekasih biarkan aku sesat perlahan meresapi kutukan terlunta di negeri sendiri segurat isyarat sepucuk surat wasiat dari hayatku tak ‘kan sampai padamu di ujung jalan itu kau masih melambai gerimis belum [...]

sajak Wayan Sunarta aku tak tahu cangkir kopi itu bicara apa pada malam sekeping kata yang jatuh berdenting sekotak kota dalam bayang kemarau untuk pergi atau kembali aku tak tahu pohon jati yang berbaris seperti membentuk selarik mimpi jendela, kaca retak, rel kereta api dan kau yang tertunduk tanpa kata hanya angin di luar mengantar [...]

Sajak Wayan Sunarta mengapa harus ruhku menuju ruhmu kau ternganga di tepi cadas memandang cemas pada burung-burung yang mematahkan sayapnya di udara pada pusaran warna adakah kau temukan keabadian maut lekat pada mata pisau palet teriaklah lantang pilu melolong seperti anjing tersihir bulan telanjang kutemukan kau pada tekstur cadas menceburkan diri dari jeram kau meresap [...]

-untuk: saut situmorang- anjing jalanan kurus kurapan itu, saut setia menjaga tanah dewata dari mimpi nglindur penyair urban yang rabun membaca tanda jaman

Denpasar, kota yang lahir dari belukar adalah akar yang menjalar di urat-urat nadimu tertatih menahan perih usia yang hijau kau memburu bayang ibu yang raib di ufuk barat di senja penghabisan kata