Full Banner

Posts Tagged ‘ Puisi ’

Semarang adalah Lawang Sewu, Gereja mBlenduk, Jembatan mBerok, Pasar nJohar, Stasiun Tawang, dan gedung bertingkat tempo doeloe bergaya indische yang kesepian setelah ditinggal sang Meneer kembali ke negeri asal, sementara mereka sesak dihimpit pencakar langit masa kini nan kokoh menjulang Semarang adalah Oei Tiong Ham, Majoor Cina, raja candu dan gula dunia yang terlupakan dan [...]

hari Selasa hari ketiga kau di cumbu suasana …semesta manusia sang pencipta jiwa yang berlarian jiwa anak bangsa di titipkan rindunya pada embun deru,debu serupa tifa bertalu dikakikaki liku dalam putaran putaran ngilu memburu berita nasib yang tergigit di gigir lagit tentang jelata yang tersurat jadi jelata melupakan asmara menjalani asmaragamasemesta hari Selasa hari ketiga [...]

aku rindu tanganmu tangan yang membukakan segala pintu dimana pernah kau tunjukan bersama tangan ini akan menata tetumbuhan firdaus kecil dimana segala mata tak kan pernah berpaling

Sajak Wayan Sunarta setelah halimun parasmu pupus di pias danau bara pada unggun kayu masih sisakan birahi semalam canda perkemahan telah menyurutkan darah yang mengalir deras ke urat malu di pias danau, apa yang gagu selain waktu yang menunggu kepulanganmu pagi itu, embun di pucuk pakis, benalu, anggrek bulan, cemara dan danau menduga telah terjadi [...]

sajak Wayan Sunarta kaukah itu yang melambai di ujung jalan saat gerimis belum sempurna jadi kupu-kupu yang akan memahkotaimu dengan serbuksari gerai. gerailah rambutmu, kekasih biarkan aku sesat perlahan meresapi kutukan terlunta di negeri sendiri segurat isyarat sepucuk surat wasiat dari hayatku tak ‘kan sampai padamu di ujung jalan itu kau masih melambai gerimis belum [...]

sajak Wayan Sunarta aku tak tahu cangkir kopi itu bicara apa pada malam sekeping kata yang jatuh berdenting sekotak kota dalam bayang kemarau untuk pergi atau kembali aku tak tahu pohon jati yang berbaris seperti membentuk selarik mimpi jendela, kaca retak, rel kereta api dan kau yang tertunduk tanpa kata hanya angin di luar mengantar [...]

laut dalam jiwamu menyanyikan resah bagi musim dan malam kekosonganku kau bangkitkan kenanganku mendaki perbukitan hijau yang terhampar pada dadamu

Sajak Wayan Sunarta mengapa harus ruhku menuju ruhmu kau ternganga di tepi cadas memandang cemas pada burung-burung yang mematahkan sayapnya di udara pada pusaran warna adakah kau temukan keabadian maut lekat pada mata pisau palet teriaklah lantang pilu melolong seperti anjing tersihir bulan telanjang kutemukan kau pada tekstur cadas menceburkan diri dari jeram kau meresap [...]

Aku sudah lupa kapan terakhir kali bertemu denganmu Hari apa? Ooh ya, aku ingat! Natal. Ya Natal beberapa tahun lalu Tahun berapa? Lagi-lagi lupa kapan tahunnya! Itu Natal terakhir kita Duduk bersama, bercerita tentang masa kecil, melahap semua makanan, tertawa membahana, dan berfoto sukacita Saat menyenangkan bagi kita, setelah berkali-kali aku tidak dapat menemuimu Bukannya [...]

Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar mengutus empat musisi gaek Bali guna menjadi duta Kota Denpasar dalam Aceh Internasional Festival (AIF) di Aceh pada Agustus mendatang. Keempat musisi tersebut tergabung dalam Kelompok Musik Puisi. Diantaranya Putu Indrawan pada Bass, Tan Lioe Ie pada Vokal, Nyoman Garyasa pada Drum dan Gede Subawa pada gitar.