Kupang – Ahli Manajemen Perikanan dari Australia Richard Mounsey mengatakan bahwa wilayah perairan Laut Timor sudah tercemar minyak mentah (crude oil) sehingga sudah semakin sulit untuk mendapatkan ikan di pesisir Pulau Timor. Ia mengemukakan, kesimpulan pencemaran dikeluarkan setelah bersama staf dari Kantor Sekretaris Negara Timor Leste wilayah Oecusse meneliti sepanjang pantai utara Oecusse yang menjadi [...]
Kupang – Hasil uji laboratorium afiliasi departemen kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 38,15 persen wilayah perairan Indonesia di Laut Timor tercemar minyak mentah. “Sumber minyak mentah itu berasal dari sumur minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor yang meledak pada 20 Agustus 2009,” kata pemerhati Laut Timor [...]
Kupang – Partai Hijau di Senat Australia mendukung sepenuhnya gagasan pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) terhadap dampak pencemaran minyak mentah (crude oil) di Laut Timor akibat meledaknya ladang gas Montara pada 21 Agustus 2009 lalu. “Ini sangat luar biasa karena Australia sendiri sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi di Laut Timor saat ini,”
Kupang – Upaya keempat yang dilakukan PTTEP Australasia untuk menyumbat kebocoran minyak di ladang Atlas Barat Montara di Laut Timor yang meledak pada 21 Agustus lalu, tetap saja gagal. “Upaya penyumbatan keempat dilaksanakan pada Minggu (25/10) namun tidak jadi dilaksanakan, karena operator ladang minyak montara asal Thailand itu belum menemukan peralatan yang tepat untuk menyumbat [...]
Kupang – Para petani rumput laut di perairan Rote Ndao dan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku dirugikan perusahaan minyak Montara yang telah menyebabkan pencemaran minyak mentah (crude oil) yang datang dari laut Timor. “Kerugian itu nampak terlihat dari hasil panenan yang tercemar minyak mentah, sehingga penawaran pun drastis menurun, bahkan di wilayah tertentu [...]
Kupang – Pernyataan Australia bahwa tumpahan minyak mentah di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia tidak mengancam lingkungan laut Indonesia dianggap tidak benar karena kontradiktif dengan kondisi di lapangan yang ditemukan nelayan tradisional Indonesia dan Australia. “Nelayan kita (Indonesia) dan Australia yang biasa mencari ikan dan biota laut lainnya di Laut Timor,