aku rindu tanganmu
tangan yang membukakan segala pintu
dimana pernah kau tunjukan
bersama tangan ini akan menata tetumbuhan
firdaus kecil
dimana segala mata tak kan pernah berpaling
lalu membuat bintang kecil pula
dengan tangan juga. tanpa lupa
kemudian menggantungnya
dilangit langit tempat selamanya berteduh
kemudian tanpa angkuh
sambil melepas seluruh hayali
tanpa beban di kaki ceruk bukit
berjaga menyangga segala hati
dan menikmati kepergian
tanpa menyisakan embun dari katup mata ini.
8/7/2010
————–
Muda Wijaya
Artikel ini ditandai dengan tag Muda Wijaya, Puisi, Rindu II