Full Banner

Polisi Bubarkan Aksi Greenpeace di Riau

Indonesia Climate Defender CampPekanbaru - Kepolisian Indonesia, dibawah perintah Gubernur Riau, melakukan evakuasi paksa kepada para aktivis Greenpeace dan masyarakat setempat yang berada di Kamp Pembela Iklim (Climate Defender Camp) di Kampar Peninsula, Sumatra, yang sedang terancam.

Polisi dan petugas imigrasi juga menetapkan deportasi kepada 11 aktivis internasional yang melakukan aksi menghentikan perusakan hutan oleh Asia Pacific Resource International Holdings (APRIL) – PT. RAPP yang berada di kawasan gambut beberapa hari lalu.

Ulah polisi ini menyusul aksi Greenpeace yang membentangkan spanduk raksasa di daerah hutan yang sedang dirusak. Adapun spanduk raksasa ini bertuliskan: “Obama: Anda Bisa Menghentikan Ini”.

Selain membentaqngkan spanduk raksasa, para aktifis Greenpeace juga merantai diri mereka sendiri pada tujuh eksavator milik APRIL.

Aktifis Greenpeace bertekad tidak akan menghentikan aksi sampai APRIL, salah satu perusahaan pulp dan kertas terbesar di Indonesia, mengumumkan kepada publik bahwa mereka akan berhenti menghancurkan hutan di lahan gambut.

Selain itu, Aksi juga bertujuan untuk mengingatkan para pemimpin dunia, terutama Presiden Amerika Serikat Barrack Obama dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, bahwa mereka tinggal punya beberapa minggu lagi untuk melakukan sesuatu guna menghindarkan bencana iklim dengan cara menghentikan perusakan hutan di sini dan di belahan dunia lain.

“Sangat mengejutkan bahwa aparat Indonesia memilih untuk menindak Greenpeace dan masyarakat yang sedang mempertahankan hutan, dibanding menindak penjahat hutan sebenarnya seperti APRIL yang secara tamak dan ilegal merusak hutan gambut Indonesia yang berharga,” jelas Bustar Maitar, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.

Selanjutnya melalui surat elektroniknya kepada Selebzone.com, Bustar Maitar juga menjelaskan bahwa rusaknya hutan gambut ini jelas akan mengorbankan masyarakat Indonesia dan sangat berpengaruh pada iklim.

“Anehnya kegiatan perusakan rutin ini telah mendapat izin dari pejabat, yang saat ini sedang diinvestigasi karena kasus korupsi, dan dengan perusakan hutan secara ilegal ini telah membuat Indonesia menjadi negara penyumbang emisi terbesar ketiga di dunia,” imbuh Bustar Maitar

Padahal menurut Greenpeace Asia Tenggara, Presiden Yudhoyono telah berkomitmen untuk mengurangi emisi Indonesia hingga 41%. dan Greenpeace menolong SBY dalam mewujudkan komitmen itu jadi kenyataan dengan menunjukkan area prioritas untuk dilindungi.

Untuk diketahui Greenpeace membuka Kamp dua minggu lalu untuk menarik perhatian pentingnya peran perusakan hutan hujan dan lahan gambut dalam perubahan iklim menjelang pertemuan penting Iklim PBB di Kopenhagen Desember mendatang.

Kamp ini mendapat dukungan luas diantaranya dari bintang film ‘Inglourious Basterds’ Melanie Laurent, legenda musik Indonesia Iwan Fals, dan Duta Besar AS untuk Indonesia Cameron Hume.(GP/Gen)


Artikel ini ditandai dengan tag ,


1 Komentar

Teruskan aksi rekan2 greenpeace agar hutan indonesia semakin tidak hancur.

Tinggalkan Komentar Balasan