Sanur – Perupa Bali, Made Budhiana, meluncurkan buku otobiografinya yang bertajuk “Melintas Cakrawala: Crossing The Horison”. Buku yang berisi cerita tentang kehidupan karir berkesenian pelukis abstrak ini akan diluncurkan pada Rabu (26/5) mendatang.
“Ada dua hal yang saya lihat dari seorang Made Budhiana didalam berkesenian, pertama adalah kejujuran dan kedua adalah keikhlasan. Kedua hal ini menyatu begitu dalam pada diri Made Budhiana, sehingga setiap karya yang dihasilkannya jauh dari kepura-puraan,” papar Suardika, wartawan yang juga penulis buku ini kepada Selebzone.com di Sanur, Senin (24/5) siang.
Menurut Suardika, di dalam menulis otobiografi Made Budhiana ini, Ia tidak melakukan kajian dan analisa atas setiap karya perupa kelahiran Denpasar ini, tetapi cenderung melakukan penulisan kisah hidup dan periodesasi berkesenian Made Budhiana yang ternyata sudah dimulai sejak usai Sekolah Dasar.
“Saya tidak melakukan analitik atas karya seni Made Budhiana, tetapi saya hanya merapikan dan mendokumentasikan karya-karya Budhiana yang selama ini tersimpan. Tulisan dalam buku ini lebih merupakan periodesasi berkesenian seorang Made Budhiana” imbuh Suardika yang memulai penulisan buku ini sejak tiga bulan silam.
“Bagi saya, membuat buku ini, tidaklah mudah, membuat buku ini merupakan “kerja paksa”, karena kalau tidak “dipaksa” maka ide besar (buku) ini tidak akan pernah terwujud seperti sekarang ini. Apalagi perupa senior seperti Made Wianta dan kawan-kawan lainnya juga memberikan dukungan,” ujar Made Budhiana.
Salah satu kendala didalam penulisan otobiografi ini adalah begitu banyaknya karya seni yang dihasilkan Made Budhiana dan harus dipilah-pilah berdasarkan periodesasi berkesenian.
“Dalam membuat buku ini, mendata lukisan saya saja tidak semudah yang saya dibayangkan sebelumnya karena begitu banyak lukisan sketsa dan karya seni lain yang harus saya pilah, apalagi setiap hari karya-karya saya makin bertambah,” imbuh Made Budhiana.
Dikenal sebagai perupa Bali yang cukup produktif, Made Budhiana tidak pernah kehilangan kreatifitasnya dalam berkarya. Ia selalu memanfaatkan media yang sederhana, mulai dari sobekan kertas koran hingga benda benda lainnya yang di”sulap”nya menjadi karya seni bernilai tinggi.
Menurut Made Budhiana, sebuah keindahan seni bisa diperoleh dari sekeliling manusia dengan cara cara yang amat sederhana.
Begitu banyaknya karya seni yang dihasilkan, tidak jarang membuat karya seni Made Budhiana menjadi incaran para kolektor dalam dan luar negeri.
Menurut rencana, peluncuran buku “Melintasi Cakrawala: Crossing The Horison” ini akan dilakukan bersamaan pembukaan pameran tunggalnya yang akan berlangsung di MahaArt Gallery, Sanur, mulai 26 Mei – 26 Juni 2010.(Gen)
Artikel ini ditandai dengan tag Melintasi Cakrawal: Crossing The Horison, otobiografi Made Budhiana, perupa Made Budhiana, seni rupa