Full Banner

Peragaan Busana Endek, Awali Dibukanya Festival Denpasar 2009

imga0118Denpasar – Sedikitnya 100 pelajar Sekolah Menengah Umum (SMU) se-Denpasar meramaikan pembukaan Festival Denpasar di Denpasar, Senin (28/12) sore. Para pelajar ini memperagakan busana kreasi dengan kain endek, kain tradisional

Bali. Festival Denpasar merupakan festival budaya tahunan yang bakal digelar hingga Kamis (31/12).

Kreasi endek yang diperagakan cukup beragam, mulai dari gaun pesta hingga pakaian santai. Beberapa sekolah yang ikut berpartisipasi antara lain SMU 1 Denpasar, SMU 7 Denpasar, SMU Saraswati Denpasar, dan lainnya.

“Kain endek merupakan kain tradisional Bali yang harus tetap dilestarikan. Maka dari itu, endek menjadi salah satu fokus perhatian festival kita tahun ini,” tegas Ketua Panitia Anak Agung Oka Suweca.

Selain dimeriahkan peragaan busana endek, pembukaan Festival Denpasar juga dimeriahkan dengan pertunjukkan tari Baris Gede oleh puluhan penari serta pertunjukan Barong Say.

Ajang Festival Denpasar tahun ini mengambil tema sentral Embracing Tomorrow. Tema ini mengajak publik untuk berpartisipasi dan berinteraksi dengan berbagai potensi budaya, sosial, dan keragaman sosial Bali.

Ajang Festival Denpasar  yang digelar untuk kedua kalinya dimeriahkan oleh berbagai kegiatan seperti pertunjukan musik, pertunjukan seni tradisional, pameran florikultura, kuliner tradisional Bali, dan lainnya.

Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menjelaskan Festival Denpasar digelar untuk memperkenalkan kembali budaya-budaya tradisional Bali yang sudah hampir dilupakan anak muda Bali.

Festival Denpasar  menjadi suatu refleksi khasanah seni budaya Denpasar untuk diperkenalkan kepada masyarakat lokal maupun wisatawan asing.

“Kami harapkan wisatawan yang kebetulan sedang berlibur ke Bali, juga merasakan kemeriahan festival ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Putu Budiasa menargetkan 10.000 pengunjung meramaikan festival ini.

“Saya optimis, tidak kurang dari 10.000 pengunjung akan hadir selama tiga hari kegiatan,” ujar Budiasa.

Festival ini direspon baik oleh warga Denpasar. Nyoman Kerthi (20), salah seorang pengunjung mengaku sangat tertarik dengan Denpasar Festival.

“Apalagi di sini ada stand kuliner tradisional. Ada banyak sekali makanan tradisional. Asyik sekali,” tegas mahasiswa di salah satu kampus swasta di Denpasar itu.

Ni Made Lungsur (45 tahun), salah seorang pedagang makanan di stand kuliner juga mengaku kaget dengan keramaian pengunjung ke arena festival. “Ramai sekali. saya agak kaget, tapi senang  sekali. Dagangan laris,” ujar Lungsur yang berjualan hidangan laut tradisional yang sudah sulit ditemui di pasaran seperti bulu babi dan toro toro.(Erv)


Artikel ini ditandai dengan tag


Tinggalkan Komentar Balasan