Full Banner

Penyair WS Rendra Dimakamkan

20090806203445wspoetJakarta – Penyair ternama WS Rendra direncanakan akan dikebumikan pada Jumat (7/8), tidak jauh dari makam seniman Mbah Surip, yang meninggal beberapa hari sebelumnya.

Sejumlah menteri tampak hadir melayat memberikan penghormatan terakhir kepada WS Rendra yang disemayamkan di Bengkel Teater, Depok.

Penyair, dramawan, sutradara, aktor, dan sekaligus aktivis gerakan sosial Indonesia, Willy Surendra Renda atau WS Rendra, pada Kamis (6/8) malam sekitar pukul 20.30 waktu Indonesia meninggal dunia dalam usia 74 tahun.

Rendra meninggal setelah mengalami gangguan kesehatan selama beberapa lama.

Budayawan yang aktif melawan penindasan politik semasa Orde Baru itu mendapat tempat istimewa dan terhormat dikhasanah kesusasteraan dan teater Indonesia.

Pembacaan puisi oleh penyair ini selalu menarik minat penonton dalam jumlah besar.

Rendra lahir di Solo, Jawa tengah pada 7 November 1935, dengan nama lengkap Willibrordus Surendra Broto Rendra, biasa disingkat WS Rendra. Semasa hidupnya Rendra juga sering disebut “Si Burung Merak”.

Pendiri Bengkel Teater ini dikenal sebagai seniman serba bisa, tidak hanya budayawan terkemuka nasional, penyair dan dramawan besar, namun juga seorang aktor.

Sebagian dari belasan naskah drama karyanya termasuk “Orang-orang di Tikungan Jalan,” “Panembahan Reso,” dan “Kasidah Barzani.”

Sedangkan, karya puisi dan sajak mendiang termasuk “Nyanyian Angsa” dan “Sajak Rajawali.”

Atas karya-karya, Rendra juga memperoleh beberapa penghargaan sastra, diantaranya Penghargaan Adam Malik pada 1989, S.E.A. Write Award pada 1996, serta Penghargaan Achmad Bakri pada 2006.(BBC/Gen)


Artikel ini ditandai dengan tag ,


Tinggalkan Komentar Balasan