Full Banner

Penasehat Hukum Scott Optimis Kliennya Lolos dari Hukuman Mati.

Denpasar – Penasehat hukum terpidana mati dalam kasus ekspor 8,9 Kg heroin asal Australia Scott Anthony Rush optimis jika nantinya dalam persidangan peninjauan kembali (PK) Scott akan terbebas dari jeratan hukuman mati.

Optimisme tersebut disampaikan penasehat hukum Scott Anthony Rush melalui Robert J Khuana usai persidangan dengan agenda pembacaan berkas memori PK di Pengadilan Negeri Denpasar,  Kamis (26/8).

Robert Khuana optimis minimal Scott mendapatkan pengurangan hukuman dari hukuman mati menjadi 20 tahun penjara.

Menurut Robert Khuana, terdapat beberapa novum atau bukti baru yang memperkuat posisi scott dalam kasus ekspor 8,9 Kg heroin dari Bali menuju Australia. Salah satunya adalah bukti surat dari Kepolisian Federal Australia (AFP) yang menjelaskan bahwa peran Scott dalam kasus tersebut hanya sebagai kurir dan bukan sebagai orang yang mengorganisir upaya penyelundupan tersebut.

“dua surat, yang menjelaskan secara kronologis dan peranan Scott sebagai kurir dan menjelaskan siapa sebenarnya orang yang mengorganisir tindak pidana tersebut” Jelas Robert Khuana.

Penasehat hukum Scott Anthony Rush melalui Robert Khuana menegaskan seharusnya Scott mendapatkan keringanan hukuman atau minimal sama dengan rekan-rekanya yang lain yang bertugas sebagai kurir dalam kelompok pengekspor 8,9 Kg heroin asal Australia atau yang lebih dikenal sebagai Bali Nine seperti Renee Lawrance dan Michael Jugaz.

Robert Khuana menambahkan pada persidangan selanjutnya pada 16 September mendatang akan menghadirkan 5 orang saksi meringankan. Dua diantara saksi tersebut merupakan saksi yang akan mengungkap bukti-bukti baru.

Sebelumnya Scot Anthony Rush ditangkap pada 17 April 2005 di Bandara Ngurah Rai Bali saat akan hendak meninggalkan Bali menuju Australia. Saat ditangkap, petugas menemukan bungkusan heroin yang terikat lakban di badannya.(Mul)


Artikel ini ditandai dengan tag , , ,


Tinggalkan Komentar Balasan