Denpasar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mencurigai adanya permainan perdagangan sapi bali antar pulau. Hal ini yang menyebabkan Pemprov Bali memutuskan untuk memperketat pengawasan perdagangan sapi Bali.
Kecurigaan permainan perdagangan sapi Bali berawal dari tingginya pengiriman sapi Bali ke luar Bali selama 3 bulan terakhir yang mencapai angka hingga 8000 ekor perbulan.
Padahal Pemprov Bali hanya memberikan kuota perdagangan sapi Bali pertahun sebanak 62.000 ekor pertahun atau sekitar 6000 ekor perbulan.
Humas Pemprov Bali, Ketut Teneng mengatakan jika permainan perdagangan sapi yang melebihi kuota ini tetap dibiarkan maka dikhawatirkan populasi sapi Bali akan terancam punah.
“Ini menjaga populasi, jangan sampai nanti kita malah memberli dari luar. Jangan sampai juga sapi yang masih muda yang menjadi bibit bagi pengembangan juga dijual untuk memenuhi permintaan ang tinggi” papar Ketut Teneng kepada Selebzone.com, Rabu (25/8) siang.
Ketut Teneng menyebutkan tingginya permintaan akan daging sapi Bali menyebabkan munculnya perdagangan sapi Bali secara ilegal. Tingginya permintaan sapi Bali juga yang menjadi dasar alasan bagi Bali untuk membatasi perdagangan sapi Bali.(Mul)
Artikel ini ditandai dengan tag Pemprov Bali, perdagangan sapi bali, sapi bali