Full Banner

Peggy, Antara Profesi Selebriti dan Pekerja Sosial

peggymelatisukma2London – Keterlibatannya dalam pekerjaan sosial khususnya anak anak, Peggy mengakui bahwa dunia selebriti yang melekat dalam dirinya memang sangat jauh beda dengan pekerjaan sosial yang ditekuni.

Menurut Peggy, meskipun kedua orang tuanya hidup sangat sederhana, namun ia memperoleh banyak kegiatan dan mengikuti berbagai ekstra kurikuler.

“Saya rasa itu yang membuat karakter saya seperti ini sekarang belajar disiplin sosialisasi mengasah kreativitas jadi anak yang kreatif,” ujarnya.

Peggy mengaku bahwa ia juga ingin anak anak Indonesia mendapatkan pendidikan seperti yang diperolehnya pada masa kanak kanak. “Sayangnya tidak semua anak yang memperoleh kesempatan seperti saya,” akunya menambahkan terutama anak anak yang tidak berpunya.

Peggy mengatakan bahwa sebagai pekerja sosial ia ingin memberikan kesempatan kepada anak anak Indonesia seperti dirinya. Hal itu yang membuat dirinya mendirikan yayasan yang bernama Yayasan Prakarsa yang dibentuknya bersama rekan rekannya. Ia juga mendirikan Yayasan Cinta Kita yang khusus membantu pendidikan anak anak tak mampu.

Dikatakannya dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang selebriti, ia banyak mendapat tugas negara sebagai duta dan wakil Indonesia untuk mengikuti `World Art Performance` di Pakistan.

Peggy yang menulis buku My Wish ditunjuk sebagai Duta Pendidikan Kesetaraan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) November 2006. Bersama Nirina Zubir, Marcellino Lefrand, Edwin Manangsang, dan Teuku Zacky, Peggy diangkat menjadi Duta Teknologi oleh Kementerian Riset dan Teknologi.

Peggy menyebutkan ia juga ditunjuk Menteri Pemberdayaan Perempuan, Meutia Farida Hatta menjadi duta Indonesia untuk berbicara di PBB guna membahas UU Perlindungan Perempuan di New York.

Menurut Peggy keterlibatannya dalam bidang sosial tidak saja berkaitan dengan persoalan anak anak tetapi juga keluarga dan pendidikan, modernisasi serta kekerasan dalam rumah tangga. Perpaduan antara statusnya sebagai selebriti dengan aktivitas sosial akhirnya mengantarkan Peggy yang menjadi nominasi Artis Wanita Terfavorit Indonesia Kategori Komedi Panasonic Award (1999), berinteraksi dengan komunitas internasional.

Berbagai penghargaan diterima Peggy diantaranya nominasi Pembawa Acara Talkshow Wanita Terfavorit Tabloid Citra untuk acara “Obralan Pagi” (1996), Nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik Kategori Komedi Festival Sinetron Indonesia dalam Si Kabayan (1997).

Selain menjadi nominasi Artis Wanita Terfavorit Indonesia Kategori Komedi Panasonic Award dalam “Gerhana” (1999), Peggy merupakan salah satu 10 Best Young Profesional of The Year versi Yayasan Profesi Indonesia.

Peggy yang pernah menjadi juru bicara Perlindungan Perempuan Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York juga pernah ditugasi menjadi penanggungjawab Acara Puncak Hari Anak Nasional.

Dikatakannya konsepsi yang dimilikinya adalah memberikan anak anak kesempatan anak untuk aktif, berbicara dan berekspresi. Diakuinya dalam perjalanannya sebagai pekerja seni maka hal tersebut terbawa. Apa yang dilakukannya adalah memberikan kesempatan kepada mereka melalui art atau seni.(Ant)


Artikel ini ditandai dengan tag


Tinggalkan Komentar Balasan