Full Banner

Pakar Temukan Rabies Pada Sapi dan Babi di Bali

Denpasar – Hasil uji laboratorium Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana menemukan adanya kasus rabies pada sapi dan babi di Bali. Kasus penularan rabies pada sapi dan babi ditemukan terjadi di Kabupaten Tabanan dan kawasan Bukit Jimbaran.

Data ini diperkuat dengan laporan dari sekitar sepuluh petani di Bukit Jimbaran yang menyatakan sapi peliharaan mereka mengalami gejala fisik rabies.

Kepada Selebzone.com, Kepala Laboratorium Biomedik Dan Biologi Molekuler Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Prof I Gusti Ngurah Mahardika menegaskan konfirmasi laboratorium terjadinya penularan rabies pada sapi dan babi diperkuat dengan hasil uji laboratorium dari Balai Besar Veterriner Denpasar.

Mahardika mengatakan dari hasil analisa sementara diperkirakan penularan rabies dari anjing ke sapi atau babi terjadi pada malam hari. Sebab anjing yang terinfeksi rabies rata-rata akan agresif pada malam hari.

”Kecendrunganya terjadi malam hari, karena anjing kena rabies akan cendrung menghindari cahaya dan aktif malam hari”, tegas I Gusti Ngurah Mahardika yang ditemui Kamis (12/8).

Gusti Ngurah Mahardika menegaskan penularan rabies dari anjing ke sapi atau babi tidak diikuti oleh proses mutasi virus. Selain itu penularan rabies pada sapi dan babi merupakan hal yang alami dan tidak terlalu membahayakan karena kedua hewan tersebut bukan termasuk hewat penggigit.

Menurut Mahardika yang perlu diwaspadai dari penularan rabies pada sapi dan babi adalah pada saat pengolahan daging. Terutama saat anggota tubuh mengalami luka sebab rabies dapat menular melalui darah dan masuk melalui luka.(Mul)


Artikel ini ditandai dengan tag ,


Tinggalkan Komentar Balasan