Denpasar – Pada 2015 mendatang Bali diprediksi mengalami defisit air bersih mencapai sekitar 27,6 Miliar meterkubik setiap tahunnya. Kondisi ini menunjukkan pemakaian air di Bali sudah sangat jauh melampaui daya dukung ketersediaan air tanah di Bali. Padahal berdasarkan penelitian pada 2009 menunjukkan ketersediaan air bersih di Bali hanya mencapai 4,7 Miliar meterkubik pertahun.
Kepada Selebzone.com, peneliti Hidrologi Lingkungan Program Studi Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Udayana Nyoman Sunarta menyebutkan berdasarkan laporan kementrian lingkungan hidup menunjukkan bahwa Bali telah mengalami defisit air sejak 1995 sebesar 1,5 Milyar meterkubik pertahun. Defisit tersebut terus bertambah hingga sebesar 7,5 milyar meterkubik pertahun pada 2000.
Sunarta menegaskan peningkatan defisit air ini sejalan dengan peningkatan kebutuhan air oleh hotel di Bali.
“di daerah pantai hampir semua hotel mengambil air tanah dan dulu ini tidak terkontrol, jika ini terus berlanjut maka akan terjadi intrusi air laut” ujar Nyoman Sunarta yang ditemui di Denpasar (29/7) siang.
Sunarta menyampaikan akibat defisit air telah menyebabkan beberapa kawasan persawahan tidak lagi berfungsi sebagai lahan produksi pertanian dan beralih fungsi menjadi pemukiman ataupun pembangunan villa.
Sunarta menambahkan peningkatan defisit air di Bali juga disebabkan oleh tidak terawatnya sumber-sumber mata air. Padahal bagi orang Hindu Bali sumber mata air merupakan daerah yang disucikan karena memberi kehidupan.(Mul)
Artikel ini ditandai dengan tag air tanah