Brisbane - Dalam operasi kemanusiaan di Padang ini, para personel gabungan ADF dan sipil Australia itu memberikan bantuan darurat kepada para korban bencana sesuai dengan arahan pemerintah RI, papar Panglima ADF, Marsekal Angus Houston AC.
Selain mengerahkan pesawat dan kapal perangnya dalam misi kemanusiaan di Sumatera Barat ini, Pemerintah Australia melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta telah memberikan bantuan darurat berupa obat-obatan, selimut dan tenda, bagi para korban.
Kedubes Australia di Jakarta juga telah memberikan bantuan sebesar 250 ribu dolar Australia kepada LSM Muhammadiyah untuk mendukung tim kesehatan dan operasi kemanusiaan mereka.
Aksi tanggap darurat Australia bagi para korban gempa Sumbar ini tidak hanya ditunjukkan pemerintah federal tetapi juga pemerintah negara bagian. Di antara negara bagian yang bersimpati dan mendukung misi kemanusiaan Australia itu adalah Queensland.
Presiden Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Universitas Queensland (UQISA), Cecep Setiawan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Premier (Kepala Pemerintah) Negara Bagian Queensland Anna Bligh.
Gempa dahsyat yang melanda Sumbar itu tidak hanya menewaskan sedikitnya 1.100 orang dan melukai sedikitnya 2.177 orang lainnya tetapi juga merusak sedikitnya 2.650 bangunan. Pemerintah Australia sendiri masih mencari tahu keberadaan 40 orang warganya yang diyakini berada di daerah bencana saat gempa terjadi.
Untuk meringankan penderitaan para korban, berbagai elemen masyarakat Indonesia di Australia terus melakukan penggalangan dana bantuan kemanusiaan dalam tiga hari terakhir.
Di Sydney misalnya, komunitas Indonesia yang berhimpun dalam “Minang Saiyo” melakukan aksi pengumpulan dana bantuan bencana lewat rekening organisasi itu. Aksi dompet peduli bencana Sumatra juga digelar kalangan mahasiswa Indonesia.(Ant)
Artikel ini ditandai dengan tag Australia, HMAS Kanimbla
[...] Baca selanjutnya di: Militer Australia Tetap Dibawah Kendali Indonesia [...]