Denpasar – Selama periode Januari-Mei 2010 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah menghabiskan dana mencapai Rp.4,9 Milyar untuk penyediaan Vaksin Anti Rabies (VAR).
Hal ini terjadi karena tingginya permintaan VAR di Bali hingga menyebabkan enam kabupaten/kota di Bali saat ini mengalami kekurangan ketersediaan VAR. Kabupaten/kota tersebut diantaranya diantaranya Denpasar, Badung, Tabanan, Klungkung, Bangli dan Buleleng.
Tingginya permintaan permintaan VAR dipicu peningkatan kasus gigitan anjing yang terjadi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bali jumlah kasus gigitan anjing di Bali perhari mencapai 165 kasus.
Kepada Selebzone.com, Kepala Bidang Humas Pemprov Bali, Ketut Teneng mengatakan dengan tingginya kasus gigitan maka diperkirakan akan terjadi hingga akhir tahun mendatang, dan Bali membutuhkan dana sekitar 17 M untuk penyediaan VAR.
”Kita di 2010 itu mengalami lonjakan kebutuhan dana untuk penyediaan VAR dibandingkan pada tahun 2009 lalu” ujar Ketut Teneng.
Ketut Teneng juga menyebutkan kebutuhan dana penyediaan VAR pada tahun ini hampir meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp. 10,6 Milyar. Sementara menyinggung terjadinya penularan rabies pada sapi dan babi, Ketut Teneng menyatakan belum menerima laporan resmi.(Mul)
Artikel ini ditandai dengan tag anti rabies, rabies, Vaksin Anti Rabies (VAR)