Denpasar – Hasil pantauan Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Bali menunjukkan jumlah kamar hotel bintang, melati dan pondok wisata di Bali telah melebihi kebutuhan.
Dimana jumlah kamar hotel bintang, melati dan pondok wisata di Bali kini mencapai lebih 55.000 kamar, padahal jumlah kamar kamar yang ideal di Bali hanya sekitar 24.000 kamar.
Ketua PHRI Bali Cokorda Oka Sukawati sat ditemui Selebzone.com di Renon, Senin (1/3) siang menyebutkan dari 55.000 kamar yang ada tersebut belum termasuk kamar pada villa dan penginapan.
Kelebihan jumlah kamar ini kini menjadi kekhawatiran akan munculnya perang banting harga antar hotel, karena berdasarkan penelusuran PHRI Bali masih cukup banyak hotel melati yang menjual kamar dengan harga Rp. 150.000 per-malam.
”Kalau dilihat inikan hanya 15 dolar rata-rata, sebenarnya semuanya punya pasar tersendiri tapi bisa saja nanti yang harganya 800 dollar juga akan turun menjadi 200 dolar” ujar Bupati Gianyar ini.
Ketua PHRI Bali Cokorda Oka Sukawati menyebutkan kelebihan jumlah kamar hotel di Bali sangat terlihat di kawasan Candidasa Karangasem dan kawasan Lovina Buleleng. Hotel di kawasan Candidasa dan Lovina ini ditenggarai menjual kamar dengan harga sangat rendah.(Mul)
Artikel ini ditandai dengan tag tingkat hunian, Wisata