Canberra – Julia Gillard menjadi perdana menteri wanita pertama Australia setelah Kevin Rudd menghindari pemungutan suara di Partai Buruh yang berkuasa.
Perubahan di kepemimpinan Partai Buruh terjadi beberapa bulan menjelang pemilihan umum.
Para wartawan mengatakan Rudd tidak ikut dalam pemungutan suara, karena dia tahu bahwa dia akan menderita kekalahan yang mempermalukan.
Seperti yang diberitakan BBC, Partai Buruh mengalami penurunan dukungan tajam dalam jajak pendapat baru-baru ini.
Pengambilan sumpah Gillard sebagai perdana menteri akan berlangsung sebagai formalitas.
”Saya merasa sangat terhormat, saya akan segera membuat pernyataan penuh,” kata Gillard kepada wartawan setelah keluar dari pemungutan suara di partainya di Gedung Parlemen di Canberra.
Jurubicara mengatakan Gillard, yang lahir di Barry Island di Wales, tampil diri tanpa saingan dalam pemungutan suara oleh 122 anggota parlemen dari Partai Buruh Kamis (24/6) pagi.
Menteri Keuangan Wayne Swan dipilih sebagai wakil ketua partai juga tanpa saingan.
Rudd mengadakan konferensi berita larut malam Rabu (22/6) untuk mengumumkan pemungutan suara setelah Gillard menyatakan dia akan mencalonkan diri sebagai ketua partai.
Komentator menyatakan Gillard tidak mungkin mengubah politik luar negeri Australia, seperti komitmen pasukan ke Afghanistan.
Rudd, yang memimpin partai Buruh meraih kemenangan pemilihan telak atas Liberal yang berkuasa pada tahun 2007, mempersalahkan ”beberapa tokoh faksi” di tubuh partai yang bersekongkol untuk melawan dia.(BBC/Gen)
Artikel ini ditandai dengan tag Australia, Julia Gillard, Kevin Rudd