Enam Kabupaten/Kota Se-Bali Kehabisan Stok VAR

Denpasar – Sekitar enam dari semmbilan kabupaten/kota di Bali mengalami kehabisan stok vaksin antirabies (VAR). Enam kabupaten tersebut adalah Denpasar, Badung, Tabanan, Klungkung, Bangli dan Buleleng.

Kekosongan stok VAR di 6 kabupaten/kota ini terjadi karena tingginya kasus gigitan anjing di masing-masing kabupaten.

Sedangkan persediaan stok VAR sangat terbatas. Kondisi ini menyebabkan pasien gigitan anjing harus dirujuk langsung ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar.

Humas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali Ketut Teneng mengungkapkan kosongnya stok VAR juga terjadi karena beberapa kabupaten/kota tidak mengalokasikan dana anggaran pembelian VAR dan hanya menunggu bantuan VAR dari pemprov karena penetapan alokasi dana APBD lebih awal dilakukan sebelum terjadinya KLB rabies di Bali.

”Mereka tidak menganggarkan karena pengalokasian dana baru muncul setelah adanya ketok palu penetapan penggunaan APBD, jadi kabupaten itu menunggu bantuan provinsi” ujar Ketut Teneng, saat ditemui Selebzone.com, Minggu (18/7).

Ketut Teneng menyatakan selama Januari-Juni 2010 Pemprov Bali telah menghabiskan dana mencapai 2,5 Milyar untuk penyediaan VAR.

Kini Pemprov Bali juga sedang mengalokasikan kembali tambahan dana bagi penyediaan VAR melalui APBD Perubahan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bali dari 28.633 kasus gigitan anjing di Bali tercatat 36 kasus diantaranya dinyatakan positif rabies.(Mul)


Artikel ini ditandai dengan tag ,


Tinggalkan Komentar Balasan