Lebak - Empat warga Kabupaten Lebak, Banten, positif terserang HIV/AIDS, setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Adjidarmo Rangkasbitung.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Maman Sukirman, Minggu (4/7), mengatakan, pihaknya saat ini mewaspadai penyebaran virus HIV/AIDS karena penyakit tersebut sangat mematikan, bahkan hingga kini belum ditemukan obatnya.
Maman Sukirman menjelaskan, HIV/AIDS ditularkan melalui penggunan jarum suntik bekas narkoba, hubungan seks berganti-ganti pasangan, transfusi darah dari penderita, dan air susu ibu yang orangtuanya tertular HIV/AIDS.
Namun, sebagian besar mereka menggunakan jarum suntik bekas narkoba dengan cara saling bergantian.
“Saat ini penggunaan jarum suntik bekas narkoba lebih cepat penularan HIV/AIDS dibandingkan seks bebas,” katanya.
Dia mengatakan, dari keempat warga yang positif tertular HIV/AIDS dua diantaranya ibu rumah tangga, satu pekerja seks komersial (PSK) dan satu remaja.
“Dengan ditemukan empat warga itu dan kini jumlah penderita HIV/AIDS mencapai 45 orang,” katanya.
Sementara Ketua Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Provinsi Banten, Arief Mulyawan, mengatakan, hingga kini jumlah penderita HIV/AIDS mencapai 1.684 orang, 86 di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Dari 1.648 orang penderita HIV/AIDS, mereka diantaranya sebanyak 1.320 orang HIV dan AIDS 364 orang.(Ant)
Artikel ini ditandai dengan tag HIV/AIDS, KPAD Banten