Denpasar - Hasil pantauan lembaga Konservasi Internasional (CI) menunjukkan hampir seluruh implementasi dari konsep rencana tata ruang wilayah di Indonesia mengabaikan pusat-pusat keanekaragaman hayati. Kondisi ini menyebabkan keanekaragaman hayati di tanah air mengalami ancaman kerusakan yang semakin parah.
Selain itu dalam rancangan tata ruang wilayah di Indonesia upaya konservasi tidak menjadi titik penting dalam perencanaan tata ruang. Apalagi sebagian besar rancangan tata ruang lebih prioritas pada penataan ruang di kawasan darat dan cendrung mengabaikan penataan ruang pesisir dan laut.
Kepada Selebzone.com, Direktur Program kelautan CI, Ketut Sarjana Putra, mengatakan kondisi yang lebih parah para pemegang kebijakan juga sering mengabaikan keberadaan keanekaragaman hayati yang ada.
“Pengambil keputusan kita sering agak mengabaikan peran ilmu pengetahuan untuk menentukan keragaman hayati dan ekosistem yang ada harus masuk dalam perlindungan tata ruang”, tegas Ketut Sarjana Putra, disela-sela peresmian Pusat Penelitian Keragaman hayati Indonesia di Denpasar, Selasa (10/8).
Ketut Sarjana Putra menyebutkan hal yang lebih parah dalam implementasi kebijakan tata ruang di Indonesia adalah manajemen kebijakan tata ruang sering tidak sejalan dengan rekomendasi hasil-hasil penelitian. Hal ini menyebabkan sering gagalnya upaya konservasi keragaman hayati di Indonesia.(Mul)
Artikel ini ditandai dengan tag Conservancy International