Full Banner

Puisi

aku rindu tanganmu
tangan yang membukakan segala pintu
dimana pernah kau tunjukan
bersama tangan ini akan menata tetumbuhan
firdaus kecil
dimana segala mata tak kan pernah berpaling
Join the forum discussion on this post – (1) Posts

sebuah semesta membawaku
baru saja aku belajar mengenal
lagi seperti bayang yang tumbuh
dan selalu patuh
ada jabat tangan yang jauh
menjamah seperti tangan yang lembut
ada tatap mata yang jauh
seperti mata fajar yang teduh
berhasrat tangan ini tengadah
dimana menara air menyiram
pada seluruh tubuh
agar aku sempurna
memasuki maha tubuhmu.
7/7/2010
Muda WIJAYA

Sajak Wayan Sunarta

setelah halimun
parasmu pupus
di pias danau
bara pada unggun kayu
masih sisakan birahi semalam
canda perkemahan
telah menyurutkan darah
yang mengalir deras ke urat malu
di pias danau, apa yang gagu
selain waktu yang menunggu
kepulanganmu
pagi itu, embun di pucuk pakis, benalu,
anggrek bulan, cemara dan danau
menduga telah terjadi sekutu
antara kau dan aku
lalu dari bongkah kerak kayu
kau ulurkan kenangan layu
“kayu itu suatu waktu
akan [...]

sajak Wayan Sunarta

kaukah itu
yang melambai di ujung jalan
saat gerimis belum sempurna
jadi kupu-kupu
yang akan memahkotaimu
dengan serbuksari
gerai. gerailah rambutmu, kekasih
biarkan aku sesat perlahan
meresapi kutukan
terlunta di negeri sendiri
segurat isyarat
sepucuk surat
wasiat dari hayatku
tak ‘kan sampai padamu
di ujung jalan itu
kau masih melambai
gerimis belum sempurna
jadi kupu-kupu
2001
Join the forum discussion on this post – (1) Posts

sajak Wayan Sunarta

aku tak tahu
cangkir kopi itu
bicara apa
pada malam
sekeping kata
yang jatuh
berdenting
sekotak kota
dalam bayang
kemarau
untuk pergi
atau kembali
aku tak tahu
pohon jati yang berbaris
seperti membentuk selarik mimpi
jendela, kaca retak, rel kereta api
dan kau yang tertunduk tanpa kata
hanya angin di luar
mengantar sesamar kabar
hanya angin di dalam
memendam hari muram
beri suara pada yang tiada
pada desis puntung rokok di sisa kopi
pada mungkin yang [...]

laut dalam jiwamu
menyanyikan resah bagi musim
dan malam kekosonganku
kau bangkitkan kenanganku
mendaki perbukitan hijau
yang terhampar pada dadamu
Join the forum discussion on this post – (1) Posts

Sajak Wayan Sunarta

mengapa harus ruhku
menuju ruhmu
kau ternganga di tepi cadas
memandang cemas
pada burung-burung
yang mematahkan sayapnya di udara
pada pusaran warna
adakah kau temukan keabadian
maut lekat
pada mata
pisau palet
teriaklah lantang
pilu melolong
seperti anjing
tersihir
bulan telanjang
kutemukan kau
pada tekstur cadas
menceburkan diri
dari jeram
kau meresap ke rekah batu
tidur seperti batu
bercinta dengan batu
mati dalam batu
mengapa harus ruhku
menuju ruhmu
kembali pada diri
aku hablur dirajam mimpi
mengutuki diri
mensyukuri diri
2002
Join the [...]

-untuk: saut situmorang-

anjing jalanan kurus kurapan itu, saut
setia menjaga tanah dewata
dari mimpi nglindur penyair urban
yang rabun
membaca tanda jaman
Join the forum discussion on this post – (1) Posts

Denpasar, kota yang lahir
dari belukar
adalah akar
yang menjalar
di urat-urat nadimu
tertatih menahan perih
usia yang hijau
kau memburu bayang ibu
yang raib di ufuk barat
di senja penghabisan kata
Join the forum discussion on this post – (1) Posts

Aku sudah lupa kapan terakhir kali bertemu denganmu
Hari apa?
Ooh ya, aku ingat!
Natal. Ya Natal beberapa tahun lalu
Tahun berapa?
Lagi-lagi lupa kapan tahunnya!
Itu Natal terakhir kita
Duduk bersama, bercerita tentang masa kecil, melahap semua makanan, tertawa membahana, dan berfoto sukacita
Saat menyenangkan bagi kita, setelah berkali-kali aku tidak dapat menemuimu
Bukannya tidak ingin bertemu, tapi harus kuluangkan waktu untuk diri [...]