Oleh: Etik Juwita
Hari Minggu, agak siang, mendekati pukul dua belas waktu Hong Kong atau menjelang jam sebelas pagi waktu Indonesia bagian barat ketika cerita ini terjadi.
Bukan cerita fiksi. Nyata adanya. Bila kurang akurat atau kurang lengkap, tak lebih karena kesalahan manusiawi saja. Lupa, penyakit manusia yang sudah biasa. Jadi, mohon dimaklumi saja. Yang saya ingat [...]
Oleh: Etik Juwita
Kemarin siang, Hong Kong panas benar. Saya duduk-duduk di depan Patung Ratu Victoria Park, di sebelah halte depan perpustakaan umum. Bersama saudara saya makan mie ayam sambil celingak-celinguk, bicara ngalor ngidul, sekali-sekali menjawab “mboten, Mbak’e” pada setiap kawan yang melintas menjajakan bakso, rempeyek, macam-macam makanan ringan khas Indonesia.
Di sekitar kami ramai lalu lalang [...]
Oleh: Etik Juwita
Menatap wajahnya, kau akan merasa sedang melihat bulan. Angkuh, dingin, asing, sekaligus mendera. Tak dapat kau sentuh, tak mampu kau maki, tapi juga tak pernah akan membiarkan kau beristirahat sekejap, melupakannya. Membuangnya, meletakannya di suatu tempat terpisah dari hitungan detik, dari suatu ruang. Kau tak akan bisa, karena ia seperti bulan.
“Nama saya Darling. [...]
oleh:
Kanyakamitra*
Sore itu seperti hari-hari yang lalu, aku duduk merenung sendirian di pojok bastion Benteng Kalamata. Suatu kebiasaan yang aku jalani semenjak aku datang di Ternate, duduk manatap Pulau Tidore dan Pulau Maitara didepan Benteng Kalamata yang masih berdiri kokoh menahan deburan gelombang laut yang menghantam setiap saat.
Di tempat inilah pada 1810 M, Inggris menyerang [...]
oleh
Etik Juwita*
“Kau percaya? Ada kawanku yang memasukkan bayi majikannya ke dalam mesin cuci sesaat menjelang pulang kampung,” katanya tanpa emosi. Saya melempar pandang pada ruang gelap, menembus jendela kaca. Perempuan ini berhasil meneror saya. Sial! Bergidik saya membayangkan yang baru dikatakannya.
Udara pengap. Kendaraan kecil ini cuma merayap. Dengan mesin mobil yang mampu mendidihkan darah yang [...]