Denpasar – Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) menilai Bandara Ngurah Rai Bali hingga kini belum memenuhi standar pelayanan dan keyamanan sebagai bandar udara (bandara) internasional. Bandara Ngurah Rai Bali diminta untuk segera melakukan pembenahan, karena hal ini dipastikan akan berdampak negatif bagi citra pariwisata Bali ke depan.
Ketua Asita Bali All Purwa menyatakan cukup banyak hal yang menimbulkan ketidaknyamanan yang terjadi di Bandara Ngurah Rai Bali.
Adapun ketidaknyamanan tersebut seperti banyaknya konter penjual di areal bandara. Selain itu cukup banyak kuli angkut atau porter di areal bandara yang mondar-mandir, padahal wisatawan hanya memerlukan trolly.
Di bandara yang canggih dimana pun di dunia, saya tidak melihat ada porter bergentayangan, namun yang ada adalah trolly yang enak, sebab disini selama ini kami masih mendengar ada distorsi mengenai penyediaan dan pelayanan porter di airport” ujar All Purwa.
All Purwa menyebutkan ketidaknyamanan lainnya adalah adanya restribusi masuk bandara, padahal areal bandara adalah ruang publik, dimana seharusnya pihak Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara hanya memungut restribusi parkir.
Menanggapi keluhan tersebut general manager Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai Bali Purwanto menyatakan akan segera melakukan perbaikan.(Mul)
Artikel ini ditandai dengan tag Bandara Ngurah Rai