
Rajasa/ Hendrik Indra – Selebzone.com
Gilimanuk – Proyek pembangunan dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk – Jembrana, diduga menggunakan bahan dari kayu ulin bekas.
Selain itu, proyek yang menghabiskan dana APBD Jembrana 2008 ini pengerjaannya dinilai asal-asalan lantaran tidak sesuai dengan rancang bangun yang telah disetujui pemilik proyek dalam hal ini Dinas Budpar setempat.
Dari hasil pengamatan Selebzone.com di lokasi proyek ternyata banyak hal yang tidak beres. Diduga, proyek yang telah diserahterimakan pada 22 Desember 2008 ini menggunakan kayu ulin bekas.
“Kayu ulin yang dipakai itu sepertinya kayu bekas karena banyak yang sudah pecah dan lapuk. Bahkan yang paling kelihatan kalau pakai kayu bekas pada kayu berupa plat untuk tiang di tangga samping kanan kiri dermaga,” ujar seorang sumber yang meminta agar namanya dirahasiakan.
Dirinya juga menilai dermaga tersebut terlalu rendah sehingga jika air laut pasang maka dermaga akan terendam air. “Kalau sudah terendam air, jelas dermaga tersebut sulit digunakan,” ujarnya.
Sementara dari sisi pengerjaan proyek ini terlihat asal-asalan lantaran sambungan antar kayu tidak rata dan pemasangan baut di sambungan kayu itu tidak rapi. Selain itu, bekas potongan kayu untuk tiang dermaga juga tidak rapi serta ujung papan alas dermaga menjadi tidak rata.
Saat dikonfirmasi, Wakil Bupati Jembrana, I Putu Artha, mengakui kalau pengerjaan dermaga di Teluk Gilimanuk itu banyak memiliki kekurangan. “Saya sempat mengecek dan melihat banyak yang kurang seperti pemasangan baut sambungan kayu ujungnya ada yang masuk dan rata dengan tepi kayu dan ada yang menonjol, juga yang potongan kayunya tidak rata,” ungkapnya.
Menurut Artha, kalau alasan rekanan sulit melubangi atau memotong kayu ulin tersebut, alasan tersebut tidak bisa diterima, sebab sebelum memutuskan untuk mengerjakan proyek itu, rekanan sudah harus siap dengan segala konsekuensinya termasuk siap menghadapi berbagai kesulitannya.
“Dalam kontrak kerja sudah jelas, hasil kerjanya harus sesuai bestek atau gambar. Dalam gambarkan tidak ada potongan kayu yang tidak rata seperti itu, begitu pula kayu ulin yang digunakan, dalam bestek tidak ada kayu yang lapuk atau pecah-pecah, apalagi kayu bekas,” terangnya.
Artha mengharapkan agar pihak Dinas budpar sebagai pemilik proyek secepatnya menegur rekanan agar secepatnya menyempurnakan proyek ini. Artha menduga tidak beresnya pengerjaan proyek ini lantaran lemahnya pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Lingkungan Hidup (PULH).
“Jika pengawasnya bagus maka begitu melihat pengerjaannya kurang beres dia pasti langsung menegur rekanan, tetapi ini kok bisa lolos,” katanya kepada Selebzone.com(*)
Artikel ini ditandai dengan tag Kab. Jembrana, Pelabuhan Gilimanuk
[...] apa lacur, hal itu terjadi juga. Setidaknya, menurut reportase yang dilakukan oleh Selebzone, telah terjadi ke-amburadulan pelaksanaan Proyek Dermaga Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk – Bali. Menurut reportase itu, pengerjaan proyek dinilai asal-asalan dan tidak sesuai dengan rancang [...]
Great, I never knew this, thanks.