Sun Valley, Idaho – Google mengatakan bahwa sistem operasi Chrome ini adalah proyek baru yang terpisah dari “software” operasi Androide yang mobile seperti biasa ditemukan pada beberapa telepon multi fungsi (smartphones).
Chrome dirancang bekerja kompatibel dengan platform prosesor ARM dan Intel Corp’s x86, arsitektur prosesor utama yang digunakan di pasar komputer.
Microsoft sebelumnya sudah menyatakan tak akan menyokong Personal Computer (PC) yang menggunakan prosesor ARM sehingga ini dijadikan kesempatan oleh Google untuk masuk ke segmen itu.
Charlene Li, konsultan pada Altimeter Group, mengatakan sistem operasi baru dari Google ini pertama-tama akan menarik perhatian pengguna komputer yang tengah mencari perangkat seperti netbook untuk surfing Internet, ketimbang orang yang menggunakan PC desktop untuk game atau aplikasi-aplikasi berdaya besar.
Pada akhirnya, sistem operasi ini berpotensi untuk digunakan lebih luas lagi oleh PC yang lebih besar dan lebih berdaya, khususnya jika sistem ini terbukti bekerja lebih cepat ketimbang Windows, ujar Li.
Google sendiri mengatakan sistem operasi Chrome ini akan digratiskan. Dalam soal ini, Rob Enderle menekankan bahwa model bisnis Google memang menggantungkan keuntungan dari aplikasi atau iklan terkoneksi.
Sementara hingga kini, Microsoft menolak mengungkapkan berapa besar mereka mengenakan bea untuk PC yang menggunakan sistem operasi Windows, namun para analis memperkirakan perusahaan itu memperoleh sekitar 20 dolar AS untuk setiap Windows XP dan sekurang-kurangnya 150 dolar AS untuk Windows Vista.
“Manfaat yang ditarik konsumen dari sistem operasi Google ini adalah tak mengeluarkan biaya sepeser pun, tak perlu membayar untuk mendapatkan sistem operasi. Ini jelas akan menohok Microsoft.” papar Li(Ant)
Artikel ini ditandai dengan tag teknologi informasi