
Oleh: Arif Nofiyanto*
Fenomena situs jejaring sosial dalam media internet tidak berhenti pada Facebook saja. Ini setidaknya dibuktikan beberapa insan muda Indonesia yang berhasil menelorkan ide serupa dalam bentuk Adandu.com.
Adandu.com merupakan sebuah jejaring sosial yang fokus pada audiens generasi muda dari usia sekolah menengah sampai seumuran anak kuliahan sebagai sarana ekspresi diri, koneksi dan memperkuat hubungan antar teman, kawan kelas dan keluarga melalui internet. Hal itu dibangun dengan dasar pemikiran tentang pentingnya potensi dan peran penting generasi muda dimasa depan.
Sebagai sebuah situs yang terhitung muda, apa yang dicapai Adandu.com patut diacungi jempol. Dalam 3 bulan eksistensinya telah menyedot 2600-an anggota. Diberbagai sudut halaman telah telah pula terdapat berbagai jenis iklan sponsor.
Situs yang dibangun dengan framework drupal, sebuah framework opensource, menawarkan beragam fitur untuk anggotanya. Selain fasilitas upload multimedia seperti video, audio dan photo, mereka juga menawarkan fitur khas jejaring sosial seperti group, blog dan forum. Setiap member juga bisa menampilkan status secara khusus dan memilih avatar yang mereka sukai.
Melalui berbagai fasilitas tersebut setiap anggota dapat berbagi cerita dan kenangan, selain juga berdiskusi dengan dengan leluasa.
Campuraduk Bahasa
Terlepas dari berbagai kelebihan dan fitur yang menarik, Adandu masih terlihat kikuk sebagai sebuah situs jejaring sosial yang ditargetkan untuk pengguna dari Indonesia. Belum konsistennya penggunaan bahasa Indonesia dapat dijadikan indikasi ini. Seperti halnya yang kita lihat pada halaman informasi kebijakan privasi yang menggunakan bahasa Indonesia, sementara pada bagian lain temasuk navigasinya masih menggunakan bahasa Inggris.
Campuraduknya penggunaan bahasa ini bagi pengguna Indonesia mungkin masih bisa diterima, tapi bagaimana jika ada pengguna asing yang mendaftarkan diri? Tentunya ini akan membingungkan.
Mengingat umurnya yang masih muda, bukan tidak mungkin kedepan pengasuh situs tersebut harus terus melakukan perubahan agar Adandu.com dapat diterima tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia Internasional, seperti halnya jejaring sosial yang lain. (*)
*Pemerhati jejaring sosial dunia maya, aktif di blog coratcoret.com
Artikel ini ditandai dengan tag teknologi informasi
saya udah daftar di website ini, sangat menarik dan seru. ga klh sama situs2 pertemanan lain.
maju terus adandu
Lumayan lah, cukup kreatif dan tidak ikut-ikutan, walau masih banyak yang harus diperbaiki.
Ayo, maju terus Adandu
neh, ulasan tentang Adandu di DailySocial.net, banyak komentarnya.
[...] Baca selanjutnya di: Adandu, Jejaring Sosial Lokal Baru [...]
betul, bahasa di adandu emang masih berantakan. tapi kalau dilihat kelihatannya user-nya bukan dari indonesia aja.
mungkin pengasuh adandu emang coba gaet pasar luar negeri juga, terutama karena ada fitur edit video & foto online (video mashup) yang perlu akses internet cepat yang umumnya belum dimiliki orang lokal.