Full Banner

Archive for April 2009

Rupanya tidak hanya Indonesia, negara berkembang dan Amerika saja yang angka penganggurannya meningkat akibat dari krisis global yang melanda dunia. Di Eropa, sebagaimana dilansir kantor statistik Uni Eropa di Luksemburg hari ini (30/4), angka pengangguran telah meningkat tajam, melonjak ke 8,9 persen pada bulan Maret, tertinggi sejak November 2005.

Jakarta – Pakar Lingkungan Hidup Emil Salim menegaskan, pemanasan global akan membuat dunia “berperang” melawan kenaikan muka air laut pada 2050.
“Akan banyak wilayah dunia yang tenggelam karena kenaikan air laut semakin tinggi setiap tahunnya,” kata Emil Salim, pada Seminar Konferensi Kelautan Dunia di Universitas Indonesia, Jakarta, Kamis (30/4).

Jakarta – Teknologi plasmacluster yang mampu menonaktifkan virus berbahaya, termasuk influenza dan bakteri, mendongkrak penjualan barang elektronik rumah tangga PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) di Indonesia. Hal itu dikemukan Asisten GM Home Appliances SEID Andry Adi Utomo, di Jakarta, Kamis (30/4), pada diskusi mengenai pemanfaatan teknologi plasmacluster untuk menekan perluasan virus berbahaya, yang dihadiri sejumlah [...]

Denpasar – Kantor Wilayah Hukum dan HAM Bali, memastikan untuk tetap membangun lembaga pemasyarakatan (lapas) khusus Narkoba. Kendati rencana pembangunan Lapas Narkoba yang dirancang sejak 5 tahun silam hingga kini belum terealisasi.
Kadiv Lapas Kanwil Hukum dan HAM Bali, Syamsuri kepada Selebzone.com di Sanur (30/4) mengatakan bahwa keputusan pembangunan lapas narkoba sudah final. Menurut Syamsuri permasalahan permbangunan lapas narkoba saat ini masih terganjal pada masalah lahan yang menjadi tempat pembangunan lapas.

Jakarta – Aksi Greenpeace di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kamis (30/4) bukan tanpa sebab. Aksi ini dilakukan karena organisasi penyelamat lingkungan internasional ini, geram melihat ulah Menteri Kehutanan MS Kaban yang memberikan 14 ijin baru bagi perusahaan-perusahaan penebangan hutan bermasalah di Provinsi Riau untuk membabat sedikitnya 100.000 hektar hutan demi kepentingan industri kertas dan perkebunan sawit.

Jakarta – Organisasi internasional penyelamat lingkungan Greenpeace hari ini mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa Menteri Kehutanan MS Kaban yang baru saja memberi ijin pada 14 perusahaan untuk membabat lebih dari 100.000 hektar hutan di Riau.
Dalam aksi teatrikalnya di Kantor KPK di Jakarta, Greenpeace menyerahkan satu aktivis yang mengenakan topeng MS Kaban untuk diperiksa KPK. Selain Kaban, Greenpeace juga “menyerahkan” Gubernur Riau Rusli Zainal. Sementara dua aktivis yang mengenakan topeng Presiden dan Wakil Presiden RI hanya berdiri menyaksikan penyerahan itu.

Jakarta – Penularan penyakit influenza babi di Amerika Serikat dan Mexico baru-baru ini menarik perhatian komunitas internasional, termasuk pemerintah Indonesia yang langsung meningkatkan surveilans penyakit dan memperketat pengawasan lalu lintas orang di pelabuhan laut dan udara untuk mengantisipasi penyebarannya.
Influenza babi atau “flu babi” awalnya merupakan penyakit respirasi akut sangat menular pada babi yang disebabkan oleh salah satu virus influenza babi, termasuk di antaranya virus influenza tipe A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2.

Beijing – Kementrian Pertanian (MOA) China membantah adanya sejumlah laporan di kalangan internasional yang menyebutkan bahwa wabah flu babi berasal dari negaranya, seraya menyebutkan bahwa laporan itu tidak berdasar.
“Sejumlah laporan media itu menduga keras terdapat sejumlah babi yang mati di kota Fuqing dan kota Changle di provinsi Fujian yang memungkinkan menjadi sumber merebaknya wabah flu babi di Meksiko,” kata MOA seperti dikutip Xinhua di Beijing, Kamis (30/4).

Gresik – Badan Lingkungan Hidup Jatim menyatakan, berdasar hasil uji laboratorium, perairan laut Gresik tercemar akibat tumpahan minyak mentah milik Hess Indonesia Pangkah (HIP) Ltd yang terjadi pada (8/4).
Kepala BPLH Jatim, Dewi Putriatni, Rabu (29/4) kepada ANTARA mengatakan bukti air laut tercemar setelah melalui uji kualitas air laut yang dinilai banyak melebihi baku mutu, seperti paramater total suspendik solid padatan yang tersuspensi, dan biological oksigen demand (BOD) melebihi baku mutu, terbukti ada kandungan minyak beserta lemak.

Bandarlampung – Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda pada Selasa kemarin mengeluarkan letusan sampai 168 kali, namun aktivitas gunung itu hari ini sulit terlacak karena alat pendeteksi rusak.
“Statusnya masih waspada, namun untuk aktivitas hari ini tidak terdeteksi dikarenakan adanya kerusakan alat deteksi. Saat ini masih diperbaiki oleh tim dari Bandung,” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatu yang berada di Desa Hargopancoran, Kalianda, Lampung Selatan, Andi Suwardi.